Tuli sejak lahir merupakan ketulian yang berdampak luas dan berat. Jika anak tersebut tidak segera ditolong maka anak tidak mampu berbicara dan berbahasa, sulit berkomunikasi, sulit belajar dan akhirnya menjadi manusia yang tidak mandiri.
- Penyebab Tuli Kongenital / Tuli Sejak Lahir
Tuli Kongenital dapat terjadi pada masa kehamilan ataupun saat proses kelahiran.
1. Penyebab pada masa Kehamilan :
- Infeksi pada masa kehamilan
- Obat-obatan tertentu yang diminum saat hamil
- Cacat telinga, rumah siput atau telinga tengah tidak terbentuk
2. Penyebab ketulian saat kelahiran :
- Lahir premature, Berat Badan rendah (
- Gejala Bayi anda Tuli ?
- Bayi tidak kaget meskipun ada suara keras
- Bayi saat tidur tidak terganggu dengan suara keras
- Responsif terhadap apa yg dilihat tetapi kurang responsif thd suara
- Anak dipanggil tidak menoleh
- Usia 6 bulan belum mengoceh
- Ucapan anak tidak benar (tidak bermakna)
- Saat usia 2 – 3 tahun belum dapat bicara.
- Hanya memberikan respon terhadap suara dg kekerasan tertentu
- Kemampuan bicara tidak berkembang sesuai usia
- Kemana Bayi ini Harus dibawa ?
Periksakan ke Rumah Sakit atau dokter ahli THT untuk dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh sehingga dapat diketahui penyakitnya.
- Apa yg dilakukan setelah diketahui Tuli ?
- Jika bayi menjalani pemeriksaan awal setelah lahir, maka saat usia 3 bulan semua pemeriksaan yang dilakukan sudah selesai dan penanganan dapat dimulai saat usia 6 bulan berupa pemberian ABD (alat bantu dengar) yang akan membantu dalam proses pengenalan suara dan belajar bicara
- Di usia 1,5 – 2 tahun anak mulai dilatih di Pendidikan anak usia dini (PAUD)
- Program Implantasi Koklea (sudah bisa dilakukan di RS PHC Surabaya)
- Apakah Implan Koklea ?
Sistem Implan koklea (Cochlear Implant) adalah alat electrode array yang dipasang didalam rumah siput (Cochlear).
- Siapakah yang dapat memperoleh Manfaat (kandidat) dari Implantasi Koklea?
v Anak-anak dengan gangguan pendengaran sensorineural (tuli saraf) yang sangat berat pada kedua telinganya
v Penderita yang hanya mendapatkan sedikit manfaat atau bahkan tidak sama sekali dari alat bantu dengar
v Tidak memiliki kontra indikasi medis
v Memiliki akses terhadap lanjutan pendidikan, habilitasi dan rehabilitasi
- Langkah-langkah penentuan kandidat Implantasi Koklea
- Orientasi implant koklea kepada orangtua
- Evaluasi pendengaran
- Evaluasi medis
- Pemakaian Alat Bantu Dengar/Habilitasi Pendengaran
- Bagaimana Implan Koklea bekerja?
Implan koklea terdiri dari dua bagian :
- Sound processor merupakan prosesor eksternal yg menangkap suara dan mengubahnya menjadi sinyal digital dan meneruskan kepada implan internal
- Impan internal akan mengubah sinyal tadi menjadi energi listrik dan mengirimkannya kepada electrode array di dalam koklea. Electrode array ini yang akan memberikan stimulus listrik pada syaraf pendengaran yang kemudian diartikan suara oleh otak
- Program Pasca Operasi Implan Koklea
- Switch on / aktivasi implant :
a. 4-6 minggu pasca operasi setelah luka operasi sembuh
b. Pemasangan external device dan speech processor
- Program pemetaan yang berisikan pengaturan untuk nada, kekerasan suara dan waktu
- Re/Habilitasi Aural dan Terapi wicara. Setiap anak dengan program implantasi koklea memerlukan program re/habilitasi guna meningkatkan kemampuan mendengar.
- Evaluasi Pengertian Bicara
- Kondisi yang Memungkinkan Implan Koklea tidak Berfungsi
Beberapa faktor dimana Implan Koklea kemungkinan tidak berfungsi bagi individu tertentu, yaitu :
v Tersedia pilihan yang lebih baik, jika alat bantu dengar sudah cukup membantu
v Gangguan pendengaran sangat berat yang terjadi dalam waktu yang sangat lama
v Bila penyebab dari gangguan pedengaran bukan berasal dari telinga dalam
Sumber: Rumah Sakit PHC Surabaya

